Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2024

Pegunungan Sembilan

Bagi masyarakat di Pulau Seram, Gunung Binaiya lebih dikenal dengan sebutan Pegunungan Sembilan. Hal itu dikarenakan puncak yang berjumlah sembilan. Apa saja? Beberapa di antaranya saya ceritakan di tulisan ini. Pagi merekah di Binaiya. Tampak salah satu puncakan dari Pegunungan Sembilan. Dini Hari Pukul satu dini hari, saya sudah bangun. Udara dingin mendera. Ketinggian Isiali, yang melebihi 2000 meter di atas permukaan laut, membuat suhu lebih rendah dari malam sebelumnya. Saya harus bersiap. Rencana harus ditepati. Hari ini, adalah jadwal kami menuju Puncak Binaiya. Dengan perasaan berat, saya kembali mengenakan pakaian lapangan. Sepatu masih basah. Kaos kaki belum betul-betul kering dari hujan semalam. Kondisi baju dan celana lumayan, karena semalam saya jemur di atas api unggun. Dalam perjalanan mendaki gunung, saya selalu membawa dua set pakaian. Untuk memaksimalkan beban. Apalagi saya tak menggunakan porter pribadi. Pakaian set pertama adalah pakaian lapangan, yang dipakai saat

Dari Aimoto ke Isiali

Saya mendengar burung-burung berkicau menyambut pagi di sekitar Aimoto. Lalu merasakan sinar matahari menyusup, melalui celah-celah dinding selter yang saya tempati. Bangun dari tidur, saya teringat kisah semalam. Tentang mahluk-mahluk menyeramkan dan masih terngiang di telinga. Di luar, tajuk hutan seperti menyembunyikan kisah misteri yang sunyi. Perjalanan menuju Isiali. Kisah Pemburu Kepala Ketika zaman berubah, dan tahun berganti tahun, ada kisah tentang tradisi mengerikan di Pulau Seram. Tentang perburuan kepala manusia. Ritul keramat yang dijalankan oleh Suku Nuaulu, salah satu suku asli yang mendiami bagian selatan pulau ini. Saya mengingat itu karena cerita semalam. Tentang  kuyang  atau mahluk gaib  bersosok kepala tanpa badan. Adakah tradisi berburu kepala berkaitan dengan mahluk-mahluk gaib legenda Nusantara itu? Entahlah. Kuyang juga begitu dikenal di Kalimantan. Suku Dayak di sana juga memiliki tradisi yang sama. Suku Nuaulu memenggal kepala sebagai persembahan pada nenek